Tampilkan postingan dengan label INFO NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO NEWS. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 November 2013

Posted: 22/11/2013 00:53
Nyaris Dikremasi, `Jasad` Bayi di China Tiba-tiba Menangis
Liputan6.com, Hefei : Peristiwa mengejutkan terjadi di China. 'Jasad' seorang bayi laki-laki dunia tiba-tiba bangun dan menangis keras, sesaat sebelum dikremasi. Ia sudah dinyatakan meninggal dunia 2 hari sebelumnya.

Sebelumnya, bayi berusia kurang dari sebulan itu sakit kritis. Kedua orang tuanya setuju mengakhiri perawatan medisnya di Rumah Sakit Anak Provinsi Anhui di China timur. Demikian ujar sumber rumah sakit kepada kantor berita Xinhua.
Sertifikat kematian pun dikeluarkan, sebelum bayi malang tersebut dikirim ke petugas pemakaman di ibukota provinsi di Hefei. Para staf di sana terkejut bukan kepalang saat mendengar tangisannya Rabu lalu.
Belum jelas berapa lama bayi yang tak disebut namanya tersebut berada di rumah duka. Atau kapan tepatnya kremasi akan dilakukan.
Bayi tersebut kemudian secepatnya dilarikan ke rumah sakit. "Karena dia masih punya tanda-tanda kehidupan, kami terus memberinya transfusi untuk mempertahankan hidupnya demi alasan kemanusiaan," kata staf rumah sakit, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, 21 November 2013. Hingga berita ini diturunkan, si kecil itu masih dalam kondisi kritis.
Bayi tersebut diduga lahir dengan malformasi sistem pernafasan bawaan (congenital respiratory system malformation). Dia menerima perawatan di rumah sakit Rabu malam.
Polisi saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut. Dokter berinisial Cha, yang sebelumnya menyatakan bayi itu telah meninggal dunia diberhentikan, sementara seorang perawat dibebastugaskan. Mereka dimintai keterangan polisi atas dugaan melakukan kelalaian.
Kasus tersebut menjadi perbincangan panas di situs media sosial serupa Twitter, Weibo. Para pengguna yang marah menuding orangtua si bayi dan dokter yang merawatnya bersalah.
"Hukum orangtua bayi itu 5 tahun penjara karena mengabaikannya," kata salah satu pengguna.
Lainnya mengritik tindakan dokter yang mengkhianati sumpahnya, yang dianggap tak serius dan sepenuh hati merawat para pasiennya. (Ein)

Laporan Liputan6.com dari Filipina | oleh Fahrizal Lubis

Posted: 24/11/2013 14:02
Setelah 9 hari melakukan tugas kemanusian di Filipina, pesawat Hercules dari Skuadron 31 TNI AU kembali ke Indonesia.

Minggu, 24 November 2013

Susilo Bambang Yudhoyono

Dibagikan kepada publik  -  19 Nov 2013
 
Sejak ada informasi penyadapan AS dan Australia terhadap banyak negara, termasuk Indonesia, kita sudah protes keras.

Menlu dan jajaran pemerintah juga lakukan langkah diplomasi yang efektif, sambil meminta penjelasan dan klarifikasi dari AS dan Australia.

Hari ini, saya instruksikan Menlu Marty Natalegawa untuk memanggil ke Jakarta Dubes RI untuk Australia. Ini langkah diplomasi yang tegas.

Indonesia juga minta Australia berikan jawaban yang resmi dan bisa dipahami masyarakat luas atas penyadapan terhadap Indonesia.

Kita juga akan meninjau kembali sejumlah agenda kerjasama bilateral, akibat perlakuan Australia yang menyakitkan itu.

Tindakan AS dan Australia sangat mencederai kemitraan strategis dengan Indonesia, sesama negara demokrasi.

Saya juga menyayangkan pernyataan PM Australia yang menganggap remeh penyadapan terhadap Indonesia, tanpa rasa bersalah. 

Sumber google+ SBY